
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN terus memperkuat pembinaan remaja melalui percepatan pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Upaya tersebut disampaikan dalam Webinar Pembentukan dan Pembinaan PIK-R pada SSK yang diselenggarakan Direktorat Pengelolaan Kerja Sama Pendidikan Kependudukan, Jumat (19/6/2026), secara daring dan diikuti Perwakilan BKKBN Provinsi, OPD KB, Penyuluh KB/PLKB, IPeKB, serta Forum GenRe dari seluruh Indonesia.
Direktur Pengelolaan Kerja Sama Pendidikan Kependudukan, I Made Yudhistira Dwipayama, menjelaskan bahwa SSK merupakan strategi Kemendukbangga/BKKBN untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap, dan menumbuhkan perilaku berwawasan kependudukan pada peserta didik melalui integrasi materi Bangga Kencana dalam kegiatan pembelajaran. Dalam implementasinya, keberadaan PIK-R menjadi komponen penting sebagai wadah pembinaan ketahanan remaja yang menyediakan layanan informasi, edukasi, konseling, pengembangan potensi diri, serta aktivitas positif dan kreatif bagi remaja.
Dalam paparannya, Direktur Bina Ketahanan Remaja Kemendukbangga/BKKBN, Irma Ardiana menegaskan bahwa penguatan PIK-R di lingkungan pendidikan menjadi langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berwawasan kependudukan. Melalui pendekatan teman sebaya, PIK-R berfungsi memberikan akses informasi, pelatihan, dan konseling mengenai Perencanaan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR), sekaligus membentuk pendidik sebaya dan konselor sebaya sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah.
Urgensi penguatan PIK-R tidak terlepas dari berbagai tantangan yang dihadapi remaja saat ini, seperti perkawinan anak, kesehatan reproduksi, stunting, anemia, penyalahgunaan narkoba, perundungan, kesehatan mental, hingga rendahnya literasi kependudukan. Tantangan tersebut dinilai berpotensi menghambat pemanfaatan bonus demografi apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.
Berdasarkan data SIMONEV PENDUK per Mei 2026, dari 5.881 Sekolah Siaga Kependudukan pada jenjang SMP dan SMA, baru 18 persen yang telah memiliki PIK-R, sedangkan 82 persen lainnya belum memiliki atau belum membentuk PIK-R. Kondisi ini menjadi perhatian Kemendukbangga/BKKBN untuk memperkuat sinergi bersama Perwakilan BKKBN Provinsi, OPD KB, serta Penyuluh KB/PLKB dalam melakukan advokasi, pendampingan teknis, penguatan kapasitas pengelola, dan pembinaan berkelanjutan kepada peserta didik.
Melalui webinar ini, Kemendukbangga/BKKBN menargetkan terbangunnya komitmen bersama untuk meningkatkan jumlah SSK yang memiliki PIK-R aktif dan berkelanjutan. Selain memberikan pemahaman mengenai mekanisme pembentukan dan pembinaan PIK-R, kegiatan ini juga diharapkan menghasilkan rencana tindak lanjut percepatan pembentukan PIK-R di daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat, cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan berwawasan kependudukan